Skip to content

Dont be a coward ..! be Brave !!

“… di event sma8, [stece] kalah ama [bosa] final. ppi [bosa] kalah ama [sma7], [sma7] kalah ama [tirto] … ”

Itu salah satu status yg tertulis di FB salah satu teman. Dari status itu dapat kita analogkan tirto adalah tim yg paling bagus. Apalagi jika melihat background tim stece yg memiliki pemain2 bagus dari smp dan menjadi juara 1 selama 1 tahun terakhir di berbagai event, berarti tim tirto adalah tim yg terbagus. Karena bisa mengalahkan tim2 yg menang atas stece.

Namun pada kenyatannya tim2 seperti sma bosa, sma 7 sma tirto, merupakan tim2 yg biasa2 saja, bahkan cenderung dibawah tim stece, diatas kertas dan dari segi skill. Tapi pada kenyataannya tim stece yg pada tahun ini sangat dijagokan untuk bisa merajai setiap lomba dikalahkan oleh tim sma bosa. Tim yg pada event sebelumnya dikalahkan oleh tim sma 7.

Memang kita tidak bisa memprediksi hasil pertandingan hanya berdasar data dan fakta. Kita tidak bisa men”judgje” apakah sebuah tim lebih baik dari tim yg lain, sebelum mereka bertanding. Hanya melalui hasil dari sebuah pertandingan baru kita dapat menentukannya. Dan itu pun berlaku hanya pada saat itu. Jika pada kesempatan lain kedua tim itu bertemu lagi ,maka siapa yg lebih baik tetap belum bisa dipastikan. Apakah tim yg sebelumnya menang akan tetap menang atau malahan kalah. Semua itu tetap menjadi sebuah misteri yg hanya bisa terkuak pada akhir pertandingan.

Pelajaran yg dapat kita ambil adalah bahwa dalam sebuah pertandingan, kita tidak boleh merasa kalah terlebih dahulu. Meski hal itu diketahui oleh banyak orang, sayangnya tidak disadari oleh setiap orang. Kita cenderung sok tahu dengan mencoba menebak-nebak. Padahal –biasanya– tebakan kita sering meleset, atau bahkan melenceng jauh.

Yak, kalah sebelum bertanding, kadang sering dialami oleh tim2 yg berkelas dan berpredikat biasa. Hal ini bisa disebabkan karena mereka nyaman dengan mengkambinghitamkan perbedaan kelas agar dapat selamat dari rasa malu kekalahan. Dengan menyebut tim A atau B hebat dan kita tidak mungkin menang, kadang lebih menenangkan daripada aku takut dan malu bermain sama tim mereka –secara psikologis–

Maka timbul semacam pernyataan, “… mana mungkin menang lawan tim sekelas A, B, C atau D..mereka kan jago2 …”

Bukan masalah siapa yg lebih kuat atau siapa yg lebih lemah. Dan bukan masalah apakah kita akan menang atau kalah. Hal yg lebih penting adalah berusaha sebaik-baiknya dalam setiap apa yg kita lakukan agar tidak ada penyesalan, karena yg namanya menyesal selalu datang terakhir. Beranikah kita memilih untuk menjadi berani ? agar tidak menyesal besok..

*mengutip kata2 om mario teguh, ” fokuskan pada apa yg bisa menghebatkan anda dan amati apa yg terjadi !! ”

Ketika Cerita Harus Berakhir.

Semua cerita selalu berawal dari perjumpaan. Dan perjumpaan selalu bermula dari kebetulan.

Kebetulan waktu itu kami ditemukan secara tidak sengaja. Ketika hendak maen ke almamater tercinta, segera saja menanyakan kabar per”basket”an disana. Dan tidak buruk dan juga tidak sempurna, memang setiap sma negeri jarang yg mendapat pemain2 basket yg handal. Namun semua itu tidak menutup kemungkinan akan apa yg akan terjadi.

Tepatnya hari jumat. Saat itu di hari siang yg terik, aku melihat ada siswa2 yg sedang bermain basket. Yang membuat terkejut adalah dengan memakai baju seragam sma lengkap, mereka bermain dengan gembira bersama. Mereka bermain seolah2 panasnya matahari merupakan sorotan lampu stadion yg hanya menyorot kearah mereka.

Segera saja kupanggil dan kuwawancarai, ternyata beberapa diantara mereka –yg memang sudah kuamati sejak pertama– memiliki pengalaman bermain diklub. Dan akhirnya beberapa waktu setelah kami ngobrol, akhirnya kami memutuskan untuk berlatih bersama.

1 tahun, 2 tahun, kami lalui bersama. Meski kami bukan diantara yg terbaik, namun setiap senyum yg ada ketika kami bersama merupakan hal yg terbaik bagi kami. “they just like my brother and sister of common, i care them, and likely, i love them. The only thing i wanted was made them happy and proud of themselves. Even if i must treat them unnicely”.

Memang waktu seperti mobil tanpa rem, dia bergerak terus tanpa ada yg bisa menghalangi. Tidak terasa, sudah hampir 3 tahun sejak pertama kali kami bertemu. Dan kini kami sudah diujung perpisahan. Dengan menginjak bulan2 penuh penderitaan, bulan ujian nasional –good luck girls and boys– kebersamaan kami hanya tinggal sesaat.

Selama 3 tahun itu banyak hal yg terjadi, senang, sedih, semua pernah kami rasakan bersama2. Tidak adanya kenangan yg membanggakan tentu menyesakkan hati, hingga bawang pun kalah dalam membuat air mata menetes. Namun memori bukan masalah indah atau tidak, bangga atau tidak. Tapi memori adalah peristiwa2 lalu yg akan selalu membekas baik itu hal yg menyenangkan atau kadang menyedihkan.

Kita tidak bisa meminta untuk bahagia selalu, kalau kebahagiaan berarti harus senang. Kebahagiaan lebih berupa kebersamaan. Dan kebersamaan adalah sebuah penutup yg indah dari sebuah cerita. Cerita yg akan abadi dan terus dikenang selamanya.

“keep us together although we were separate by space and time”

*dedicated to all my 3rd grade basketball team of 10 State Highschool.
-Jalu
-Beni
-Bebek –asline jenengmu ki sopo?–
-Yopin
-Vicki
thx 4 everything ..^_^

Did read, sucks ?

The benefit of reading 3A (anything, anytime, anyplace)

“Kids, please read at subject 4. And then after you read, we’re gonna have some discussion. okay ?”
“oh nooooooooooo, please ask me anything but not that, i really hate it !!” –some kids are complained–

Sometimes, several people doesnt like to read. And they choose to doing else. Maybe, thats just because they didnt notice the real benefit of reading. They just fed up with the book thickness. And they ignoring lots of information on it.

Today, i found my self a little bit lucky. Why did i felt lucky ?
Well, this day is the last day of january and tomorrow we will meet with the most romantic month –acoording to some teen ager– and in this last day of january, i spent it with a beautiful girl –seriously–

From this unpredicted meeting –me and the beautiful girl– we talk about anything,and if i wasnt wrong, some of them are the internet things, modem for example. The connection, price, and its quality. Truly, i didnt know anything about that, –this is why i called my self lucky– One night before that day, i was go to my friend internet centre, or i called “warnet” –the accronym of internet store (warung internet)–

When i were at that warnet, i found some brosure about computer exhibition. After i decided to read some, i get an information about internet things that i didnt pay attention before. So when i talk to dila –the beautiful girl– i can explain some, then i realize that maybe in her mind she consider if i was an IT expert. Because she asked me am i an IT expert. Haha, its so funny thing when i remind that before i read, i dont know anything about the internet stuff.

Thanks to GOD, from now i begin to read as many as i can. Not because to get some beautiful girl attention –mention that some girl like clever boy– but to get many information, as my teacher said, book is the window of knowledge.

i’m all ready prove it, what about you ?

The Analogy of bicycle and bysikil

Pada posting kali ini saya Mr Bloggie is not Doggie, akan melakukan satu hal yg belum pernah saya lakukan sebelumnya, semenjak saya mengenal dunia blogging. Saya akan mencoba menggunakan suatu bahasa dunia –yaitu bahasa inggris– dalam membuat suatu posting. Semoga teman2 sekalian mau berjiwa besar untuk memaklumi jika postingan kali ini aneh bin strange.

Ok, I’ll start from the title, ” The Analogy of bicycle and bysikil ” . Maybe the word bicycle doesnt have another meanings for us –the normally human being– ,we all knew that bicycle is kind of transportation tool using a human power energy. And at my hometown jogjakarta, there is a statement called, “sego segawe” , which is the acronym of “ sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe “. That statement means, bicycle for study –at school– and works, in javannesse language. The purposse of this statement was to persuade the people in jogja city to riding bicycle if they want to go to school and works. And hopefully, this trick could reduce the pollution level in our hometown.

And what was the analogy between the bicycle and bysikil ?

Well if bicycle is kind of transportation tool, but bysikil its just one of my wryly tricks (wryly ==> unfunny humor). Bysikil means by-foot (sikil means foot in javannesse language) or in another word bysikil is the energy that required to riding a bicycle. So in my oppinion, bysikil is the energy to ride a bicycle. And its cames from what you consumed.

Okay, its took almost an hour for me to write this little post, with a big hope that you will enjoyed. And forgive me if this post was not good enough, because its just to rehearse my english abbility. Thx. :mrgreen:

DOES MALAYSIA MEANS MALINGSIA ?

Saya senang menyebut orang indonesia sebagai Indonesse dan orang malaysia sebagai Malaynesse. Mengapa saya menggunakan 2 kata yg hampir mirip meski –mungkin– tidak sesuai kaidah bahasa manusia yg baik dan benar. Maklum emang belum lama saya menyadari bahwa diri saya adalah sosok manusia, suatu mahluk ciptaan Tuhan yg paling sempurna.

Back to the Indonesse and Malaynesse, salah satu alasan saya yg lain adalah, kedua bangsa ini merupakan bangsa yg identik. Yah identik baik dari fisik maupun secara mental. *bagian mental masih dalam perkembangan, mengingat dana penelitian yg seret keluar, jadi harap maklum*
Namun apakah benar bahwa kedua bangsa ini identik ? mari kita ke Teee Kaaaaa Peeeee …!!! ==> OVJ mode ON
——————————————————————

Pulau Ambalat.
Reog.
Batik.
Manohara. (*)masih dipertanyakan

Yap 3 hal yg tentunya masih hangat dibicarakan dikalangan masyarakat kita. Pada ketiga kasus tsb, sang tetangga betul2 sudah kelewatan. Apalagi ditambah tindakan pemerintah yg cenderung “cool”. Pemerintah yg seharusnya mampu bertindak tegas malahan bertindak biasa2 saja.

Yah mungkin memang mirip seh dengan kelakuan bangsa kita yg “itu” *ga mau sebut merk . Yg dipenjara dalam sangkar emas, yg over-pede dengan jalan2 pake mobil “mewah” dinas. Yg kalau belanja suka gesek2. Yg kalau bete sama pemaen golf trus dibunuh. Pokoknya para perampok berdasi itulah… *akhirnya jujur dan sebut merk juga

Saya sebenernya juga ga begitu suka dengan kelakuan mereka yg beberapa waktu lalu itu. Kelakuan mereka yg mengakui beberapa budaya kita. Namun sebagai Bangsa yg katanya “Bangsa Besar” kita harus mau memaafkan dan berjiwa besar.

Apalagi sebenarnya apa yg dilakukan para tetangga kita itu juga bukan dosa. Kalau dilihat dari sudut pandang para wayang, batik dan reog, –kalo para budaya2 ini dikasih nyawa dan bisa bicara– tentunya yg tetangga kita itu lakukan malahan sangat membahagiakan, dan sangat membantu. Karena mereka membuat terkenal para budaya2 itu, di MATA DUNIA !! hebat nggak ?

Coba sekarang anda bayangkan, jika ada orang asing yg mau ngorbitin anda jadi artis internasional apa yg anda lakukan? apakah anda akan marah? atau anda malah berterima kasih? ketika production house lokal yg anda harap2kan tidak kunjung mengorbitkan anda menjadi artis, bahkan cenderung nyuekin anda, *kalau saya mah sebel pisan !

Lalu kenapa anda harus merasa marah, ketika budaya kita diakui bangsa lain, sedangkan pengakuan yg mungkin ditunggu2 oleh para budaya2 itu tidak kunjung mereka dapatkan dari kita?

Did us really had to be angry for what they do to our culture ?